Alkisah, di suatu tempat Rasulullah didatangi seorang lelaki kafir yang langsung menodongkan pedang kepada Nabi. Ia berkata : “ Sekarang, tidak ada siapapun di sini. Siapa yang akan menolongmu wahai Muhammad?”
Memang, di tengah padang pasir yang sepi itu, tiada seorangpun kecuali Nabi dan si penodong itu. Tak heran, jika rasa kesombongan yang tinggi merasuki diri si penodong. Dalam gambarannya, syiar Islam bisa segera ia padamkan seketika. Dan tanpa kesulitan, ia akan bisa memenggal kepala Nabi. Dan sebelum itu pastilah Muhammad merintih-rintih untuk minta hidup.
Namun, kagetlah ia. Tidak ada sedikitpun kata-kata merintih minta hidup.
.jpg)


