Tingginya angka kegagalan siswa SMA pada
mata pelajaran Bahasa Indonesia dianggap terjadi karena adanya pergeseran nilai
di kalangan generasi muda. Bahasa Indonesia kini dianggap sebagai mata
pelajaran yang tidak penting dibandingkan bahasa asing. Abdul Chaer, dosen
Bahasa Indonesia dari Universitas Negeri Jakarta berpendapat demikian.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan, mayoritas kegagalan siswa SMA pada ujian nasional tahun 2012
ternyata pada Bahasa Indonesia dan Matematika. Mereka pelajar di
sekolah-sekolah di wilayah perkotaan, seperti ibu kota provinsi atau ibu kota
kabupaten/kota.
Dari total 1.524.704 siswa peserta ujian
nasional (UN) jenjang SMA/SMA luar biasa dan madrasah aliyah tahun 2011/2012,
sebanyak 7.579 siswa dinyatakan tidak lulus. Untuk SMK, 2.925 siswa tidak lulus
dari 1.039.403 siswa peserta UN. Siswa SMA/MA/SMALB yang lulus 1.517.125 orang
(99,50 persen) dengan nilai rata-rata tertinggi 9,33. Tahun lalu, siswa yang
lulus 99,22 persen. Adapun untuk SMK, siswa yang lulus mencapai 1.036.478
siswa.
Di Bali pun Bahasa Indonesia mata
pelajaran jadi masalah, yang sejak kecil telah diajarkan oleh orangtua.
Ironisnya, 70 persen siswa yang tidak lulus gara-gara Bahasa Indonesia
kebanyakan berasal dari sekolah negeri.