قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا

Senin, 02 Juli 2012

DO'A BA'DA NGAJI


مولاي صل وسلم دائما أبدا # على حبيبك خير الخلق كلهم
Maulaya sholli wa sallim dalam-iman abada # ‘Ala habibika khairil khalqi kullihimi

هو الحبيب الذى ترجى شفاعته # لكل هول من الا هوال مقتحم
Huwal habiibul ladzii turja syafaa’atuhuu # Likulli haulim minal ahwali muqtahimi

يارب بالمصطفى بلغ مقاصدنا # واغفر لنا ما مضى ياواسع الكرم
Ya Rabbi bil mushthoofa balligh maqaashidana  # Waghfir lanaa maa madha Ya wasi’al karomi

يا أرحم الراحمين يا أرحم الراحمين # يا أرحم الراحمين فرج على المسلمين
Ya arhamar rahimiin ya arhamar rahimiin # Ya arhamar rahimiin Farrij ‘alal muslimiin

DO'A ABU NAWAS


إلهي لست للفردوس أهلا # ولا أقوى على النار الجحيم

Ilahiy lastu lil firdauasi ahla # Walaa aqwa 'ala naaril jahiimi
فهب لي توبة واغفر ذنوبي # فإنك غافر الذنب العظيم
Fahab lii taubatan waghfir dzunuubi # Fainnaka ghaafirudz dzambil adziimi

ذنوبي مثل أعداد الرمال # فهب لي توبة يا ذاالجلال
Dzunuubi mitslu a’dadir rimaali # Fahab lii taubatan Ya Dzal Jalaali

وعمري ناقص في كل يوم # وذنب زائد كيف احتمال
Wa ‘umri naaqisun fii kulli yaumi # Wa dzambi za-idun kaifahtimaali


Duh Gusti Allah kula sanes ahli suwarga
Nanging kula mboten kiyat manggen neraka
Mugi Paduka paring taubat dumateng kula
Awit Paduka Dzat ingkang Maha Pangapura
Dosa kula kadhos wilangan wedi segara
Mugi Paduka nampi dateng taubat kula
Umur kula saben dinten saya sudha
Lan dosa kula tambah pripun kula kiyat nyangga

Kamis, 28 Juni 2012

IMAM ASY-SYAFI'I


Nama dan Nasab
Beliau bernama Muhammad dengan kunyah Abu Abdillah. Nasab beliau secara lengkap adalah Muhammad bin Idris bin al-’Abbas bin ‘Utsman bin Syafi’ bin as-Saib bin ‘Ubayd bin ‘Abdu Zayd bin Hasyim bin al-Muththalib bin ‘Abdu Manaf bin Qushay. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah pada diri ‘Abdu Manaf bin Qushay. Dengan begitu, beliau masih termasuk sanak kandung Rasulullah karena masih terhitung keturunan paman-jauh beliau, yaitu Hasyim bin al-Muththalib.
Bapak beliau, Idris, berasal dari daerah Tibalah (Sebuah daerah di wilayah Tihamah di jalan menuju ke Yaman). Dia seorang yang tidak berpunya. Awalnya dia tinggal di Madinah lalu berpindah dan menetap di ‘Asqalan (Kota tepi pantai di wilayah Palestina) dan akhirnya meninggal dalam keadaan masih muda di sana. Syafi’, kakek dari kakek beliau, -yang namanya menjadi sumber penisbatan beliau (Syafi’i)- menurut sebagian ulama adalah seorang sahabat shigar (yunior) Nabi. As-Saib, bapak Syafi’, sendiri termasuk sahabat kibar (senior) yang memiliki kemiripan fisik dengan Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam.

KH. ALI MAKSUM


Ali bin Maksum bin Ahmad dilahirkan di Lasem Rembang Jawa Tengah pada tanggal 2 Maret 1915. Ayahnya, Maksum adalah pendiri Pondok Pesantren Al-hidayah Lasem Rembang. Nama aslinya hanyalah Ali. Sedangkan Nama Ali Maksum adalah gabungan dari nama ayahnya.
Ali Maksum di kenal sebagai gurunya para intelektual Muslim. Di antara para intelektual Muslim yang pernah berguru kepadanya adalah, KH. Abdurrahman Wahid, KH. Chalil Bisri, KH. Masdar Farid Mas’udi, KH. Ahmad Musthofa Bisri, dan sebagainya.

KH. Muhammad Ilyas Ruhiat


Kelahiran
KH. Muhammad Ilyas Ruhiat, dilahirkan di Cipasung pada 31 Januari 1934, ayahnya adalah ulama besar di kabupaten tersebut, KH Ruhiat dan ibunya Hj. Aisyah.

Pendidikan
Sebagai ulama yang cukup berpengaruh di kalangan NU, Ilyas hanya mengecap pendidikan formal selama 3 tahun di sekolah rakyat.
Namun Ilyas kecil tidak mau berhenti belajar. Semangat dan kegigihannya mempelajari segala hal, mendorong Ilyas mengambil kursus bahasa. Dua bahasa sekaligus dipelajarinya, Arab dan Inggris. Akhirnya dengan penguasaan bahasa Arab yang mumpuni, Ilyas muda mampu menguasai bidang ilmu Agama Islam.

KH. Mohammad Ahmad Sahal Mahfudh


Kiai Haji Mohammad Ahmad Sahal Mahfudz (lahir di KajenKabupaten PatiJawa Tengah17 Desember 1937; umur 74 tahun) adalah KetuaMajelis Ulama Indonesia (MUI) sejak tahun 2000 hingga saat ini. Sebelumnya selama dua periode menjabat sebagai Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sejak 1999 hingga saat ini.

Beliau sebelumnya selama 10 tahun memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah, juga di daulat menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI

Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama


Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LP Ma'arif NU) merupakan aparat departentasi Nahdlatul Ulama (NU) yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan-kebijakan pendidikan Nahdlatul Ulama, yang ada di tingkat Pengurus Besar, Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, dan Pengurus Majelis Wakil Cabang. LP Ma'arif NU dalam perjalannya secara aktif melibatkan diri dalam proses-proses pengembangan pendidikan di Indonesia. Secara institusional, LP Ma'arif NU juga mendirikan satuan-satuan pendidikan mulai dari tingkat dasar, menangah hingga perguruan tinggi; sekolah yang bernaung di bawah Departemen Nasional RI