قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Februari 2021

Rangkuman Kelas 4 | Tema 7 | Indahnya Keragaman di Negeriku

 


A. Bahasa Indonesia

Cerita Fiksi: cerita yang tidak benar-benar terjadi.

Fabel: cerita tentang kehidupan hewan yang berperilaku seperti manusia untuk menyampaikan pesan moral terkait perilaku manusia.

Cerita Rakyat: cerita yang disampaikan secara turun-temurun secara lisan dan bersifat anonim.

Legenda: cerita rakyat yang dihubungkan dengan tokoh sejarah dan dibumbui dengan kesaktian tokoh-tokohnya dan dianggap benar-benar terjadi. Umumnya menceritakan tentang asal mula terbentuknya suatu tempat.

Ciri-ciri Legenda:

  1. Dianggap sebagai kejadian nyata yang benar-benar terjadi di masa lampau.
  2. Bersifat keduniawian.
  3. Tokoh legenda umumnya manusia yang memiliki kesaktian tertentu.
  4. Berupa sejarah kolektif, yaitu sejarah yang banyak mengalami pemutarbalikan fakta.
  5. Bersifat berpindah-pindah sehingga ceritanya dikenal oleh daerah lain.
  6. Menceritakan tokoh yang hidup di zaman tertentu.

Dongeng: cerita yang menghibur dan mengandung nilai pendidikan, penuh khayalan, dan cocok diceritakan kepada anak-anak.

Bermain Peran: usaha memecahkan masalah melalui diskusi, peragaan, analisis, dan pemeranan dengan cara menghayati peran yang dibawakan dengan emosi yang sesuai.

B. IPS

B.1. Keragaman di Indonesia

Keragaman Budaya: variasi jenis-jenis budaya yang dihasilkan oleh berbagai suku bangsa, berkaitan dengan kekayaan alam dan luasnya wilayah.

Keragaman Sosial dan Budaya: sumber daya yang membuat Indonesia dikenal dunia.

Keragaman Ekonomi: berbagai jenis mata pencaharian penduduk, misal: petani, nelayan, pedagang, dan pengusaha.

Jenis-jenis Keragaman Budaya:

  1. Suku Bangsa: Jawa, Sunda, Madura, Bugis
  2. Bahasa Daerah: Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, Bahasa Bali, Bahasa Banjar
  3. Rumah Adat: Rumah Joglo (Jawa Tengah), Rumah Gadang (Sumatera Barat)
  4. Tarian Daerah: Tari Jaipong (Jawa Barat), Tari Piring (Sumatera Barat)
  5. Pakaian Adat: Kebaya (Jawa Tengah), Baju Bodo (Sulawesi Selatan)
  6. Upacara Adat: Upacara Ngaben (Bali), Upacara Yadnya Kasada (Jawa Timur)
  7. Lagu Daerah: Ampar-ampar Pisang (Kalimantan Selatan), Manuk Dadali (Jawa Barat)
  8. Makanan Daerah: Gudeg (DI Yogyakarta), Ayam Taliwang (Nusa Tenggara Barat)
  9. Senjata Tradisional: Kujang (Jawa Barat), Rencong (Nanggroe Aceh Darussalam)

Suku Bangsa/Etnis: golongan manusia yang mengidentifikasikan diri dengan sesamanya berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama, merujuk kepada kesamaan budaya, bahasa, agama, dan perilaku.

Ciri Suku Bangsa:

  1. Bersifat tertutup dari kelompok lain
  2. Memiliki nilai dasar yang tercermin dalam kebudayaan
  3. Memiliki komunikasi dan interaksi

Contoh Suku Bangsa di Indonesia:

  1. Suku Jawa – Pulau Jawa
  2. Suku Batak dan Nias – Sumatera Utara
  3. Suku Minangkabau – Sumatra Barat
  4. Suku Sunda – Jawa Barat
  5. Suku Betawi – DKI Jakarta
  6. Suku Madura dan Tengger – Jawa Timur
  7. Suku Dayak dan Banjar – Pulau Kalimantan
  8. Suku Sasak dan Sumbawa – Nusa Tenggara Barat
  9. Suku Bugis dan Toraja – Sulawesi Selatan
  10. Suku Sentani dan Asmat – Papua
  11. Etnis Tionghoa: Tionghoa Peranakan dan Tionghoa Totok

Keragaman Agama di Indonesia:

  1. Islam
  2. Kristen Protestan
  3. Katolik
  4. Hindu
  5. Budha
  6. Konghucu

Dalam menghadapi keragaman agama, kita harus menjalankan sikap toleran, saling menghormati, dan bekerja sama antarpemeluk agama agar tercipta kerukunan.

B.2. Jenis-jenis Masyarakat Berdasarkan Jenis Wilayah

Penyebaran Suku Bangsa:

  1. Adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi dengan baik di wilayah yang ditinggali.
  2. Keinginan mencari daerah yang lebih subur, lebih berkembang, dan/atau lebih aman.
  3. Bisa terjadi dalam satu pulau atau berpindah ke luar pulau.

Ciri Dasar Perbedaan Suku Bangsa:

  1. Bahasa daerah
  2. Adat istiadat
  3. Sistem kekerabatan
  4. Kesenian daerah
  5. Tempat asal

Dataran Rendah: hamparan tanah lapang berketinggian tidak lebih dari 200 meter di atas permukaan laut, umumnya berdekatan dengan pantai dan hilir sungai dan padat penduduk karena daerahnya lebih subur.

Ciri Masyarakat Dataran Rendah:

  1. Mata pencaharian bervariasi, mulai dari petani, pedagang, guru, dokter, sopir, dan lain-lain.
  2. Penghasilan masyarakatnya juga bervariasi sehingga menimbulkan keragaman tingkat sosial dan ekonomi.
  3. Sarana dan prasarana umum tersedia dengan baik sehingga menunjang pembangunan dan pendidikan.

Ciri Masyarakat Pesisir:

  1. Tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir laut.
  2. Memiliki mata pencaharian yang bergantung pada potensi wilayah dan sumber daya pesisir dan lautan.
  3. Sebagian besar masih menganggap bahwa laut memiliki kekuatan magis sehingga umumnya melakukan ritual tertentu untuk menyanjung lautan.
  4. Umumnya, masyarakat yang bekerja sebagai nelayan tergolong sebagai kelas rendah.

Perbedaan Masyarakat Pesisir, Dataran Rendah, dan Dataran Tinggi:

C. PPKN

Pengamalan Sila Pertama – Ketuhanan Yang Maha Esa:

  1. Percaya dan takwa kepada Tuhan YME sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
  2. Menjalankan perintah agama sesuai ajaran agama yang dianut.
  3. Saling menghormati antarpemeluk agama dan memberikan kebebasan menjalankan ibadah.

Pengamalan Sila Kedua – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab:

  1. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
  2. Adanya pengakuan terhadap harkat dan martabat manusia.
  3. Berlaku adil dalam bermasyarakat.

Pengamalan Sila Ketiga – Persatuan Indonesia:

  1. Rela berkorban untuk kepentingan bersama.
  2. Menggunakan produk Indonesia.
  3. Bekerjasama dan bergaul dengan teman dari berbagai suku.

Pengamalan Sila Keempat – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan:

  1. Berdiskusi untuk menyelesaikan masalah bersama.
  2. Menjalankan musyawarah.
  3. Menghargai teman yang berpendapat.

Pengamalan Sila Kelima – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia:

  1. Menjunjung tinggi nilai kekeluargaan.
  2. Menghargai hasil karya teman.
  3. Menghormati hak dan kewajiban teman.

Perilaku yang Bertentangan dengan Pancasila:

  1. Tidak mau bekerjasama.
  2. Mementingkan kepentingan pribadi.
  3. Suka merendahkan teman.

D. SBdP

D.1. Karya Seni Tiga Dimensi

Karya Seni Tiga Dimensi: karya seni rupa yang bisa dilihat dan diraba permukaannya. Contoh: seni patung, seni kriya, seni keramik, seni arsitektur, desain produk.

Jenis Karya Seni Tiga Dimensi:

  1. Benda Hias (dinikmati keindahannya)
  2. Benda Pakai (dinikmati keindahannya dan dipakai sesuai fungsinya)

Bahan-bahan Pembuatan Karya Seni Tiga Dimensi:

  1. Kayu: keras, untuk diukir atau dipahat
  2. Batu: keras, untuk diukir atau dipahat
  3. Logam: keras, untuk diukir atau dipahat
  4. Semen dan gipsum: umumnya dibuat dengan cetakan sampai mengeras
  5. Tanah liat: lunak dan mudah dibentuk

Tekstur sebagai Unsur Karya Seni Tiga Dimensi: sifat permukaan suatu benda, seperti halus, kasar, licin, mengilap, dan lain sebagainya.

Jenis Tekstur:

  1. Tekstur Nyata: memiliki nilai yang sama antara hasil penglihatan dan rabaan.
  2. Tekstur Semu: memiliki nilai yang berbeda antara hasil penglihatan dan rabaan.

D.2. Seni Ukir

Seni Ukir: seni membentuk gambar pada bahan keras (kayu, batu) yang dikenal di Indonesia sejak 1500 SM.

Kerajinan Ukir: benda hias atau benda pakai yang dibuat dengan teknik ukir.

Teknik Ukir: teknik mengukir menggunakan alat pahat yang terbuat dari besi/baja.

Jenis-jenis Teknik Ukir:

  1. Carving: seni memotong bagian datar dari kayu agar ukiran tampak tiga dimensi menggunakan pahat, palu, dan pisau ukir. Kayu digambar terlebih dahulu sebelum diukir.

2. Chip Carving: digunakan untuk membuat patung atau benda lain yang berukuran besar, menggunakan kapak dan pahat yang lebih besar sehingga prosesnya lebih rumit.

3. Mengerik: cara paling sederhana dalam mengukir karena hanya membutuhkan sepotong kayu dan pisau ukir.

D.3. Menganyam Kerajinan Bambu

Batang Bambu: bahan yang kuat dan fleksibel.

Menganyam: merangkai benda berbentuk pipih atau bulan memanjang dengan tumpang tindih dan saling susup menyusupi, terdiri atas pakan (bagian yang menyusup) dan lungsi (bagian yang disusupi).

Hasil Kerajinan Anyaman: keranjang, bakul nasi, tas belanja.

Bahan Anyaman Selain Bambu: daun kelapa, kertas, pita.

Teknik Anyaman:

  1. Anyaman Tunggal: menganyam satu-satu bergantian selangkah demi selangkah.
  2. Anyaman Bilik: teknik anyaman dua-dua, menyilang secara berurutan dan bersamaan.


E. IPA

Gaya: besaran berupa tarikan atau dorongan yang membuat benda bergerak.

Jenis-jenis Gaya:

  1. Gaya Otot: dihasilkan oleh tenaga otot manusia/hewan. Contoh: menendang bola, membawa air dalam ember.

2. Gaya Gesek: dihasilkan oleh dua permukaan benda yang saling bersentuhan, besar kecilnya gaya dipengaruhi kasar halusnya permukaan benda. Contoh: mengerem sepeda, gesekan alas sepatu dengan lantai agar kita dapat berjalan tanpa tergelincir.

3. Gaya Pegas: membuat benda memantul atau terlontar seperti pegas. Contoh: bermain ketapel.

4. Gaya Magnet: tarikan atau dorongan yang dihasilkan magnet, tidak tampak tetapi dapat menarik benda logam yang ada di dekatnya. Contoh: kutub utara dan selatan bumi (magnet alam), magnet batang/silinder/bentuk U/tapal kuda (magnet buatan).

5. Gaya Gravitasi: gaya tarik yang menyebabkan semua benda di permukaan bumi tertarik menuju ke arah bawah (pusat bumi), besarnya dipengaruhi ketinggian tempat. Contoh: apel jatuh dari pohon.

6. Gaya Listrik: menghasilkan energi listrik yang berguna untuk menyalakan alat elektronik. Contoh: televisi, kipas angin.

Rangkuman ini dibuat dengan mengacu pada Buku Tematik dan berbagai sumber lainnya.


Di salin dari : https://sdplusrahmat.sch.id/rangkuman-kelas-4-tema-7-indahnya-keragaman-di-negeriku/ 

Selasa, 09 Oktober 2018

Mendidik Anak ala KH Abdullah Salam Kajen

Mendidik Anak ala KH Abdullah Salam Kajen

Anak adalah permata dunia yang tidak ternilai bagi orang tua, agama, dan bangsa. Mendidiknya menjadi permata adalah kewajiban yang harus ditunaikan. Membiarkannya hanyut sebagai batu atau sampah adalah dosa yang dipertanggungjawabkan dunia-akhirat. 

Mbah Dullah Salam Kajen sukses mendidik anak-anaknya menjadi Sholeh-Sholehah. Berikut metode mendidik anak menurut KH Abdullah Salam atau Mbah Dullah Salam Kajen, Pati, Jawa Tengah.

Penegasan Nabi Muhammad soal Kejujuran


Penegasan Nabi Muhammad soal Kejujuran

Dimensi sosial tidak terlepas dari ibadah yang diamalkan oleh seorang Muslim. Dengan kata lain, keshalehan individual akan menjadi bermakna jika bisa mewujudkan keshalehan sosial. Hal ini terlihat ketika ibadah puasa yang bersifat sangat pribadi ujung-ujungnya harus diakhiri dengan mengeluarkan zakat, yaitu ibadah yang memiliki dimensi sosial.

Sama halnya shalat yang merupakan ibadah individual, tetap diakhiri dengan salam lalu menengok ke kanan dan ke kiri sebagai simbol memperhatikan lingkungan sosial. Hal ini membuktikan bahwa ibadah vertikal harus diamalkan secara horisontal sehingga tercipta kehidupan yang baik.

Sama halnya seperti ibadah yang berangkat dari individu, sikap jujur dan kejujuran harus berangkat dari individu. Jujur ini sudah tentu berdampak pada kehidupan secara luas, karena ke mana pun melangkah, apapun yang terucap, dan bagaimana pun berperilaku, penting bagi manusia menjunjung tinggi kejujuran.

Dalam buku Khutbah-khutbah Imam Besar (2018), Pakar bidang Tafsir Prof KH Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa Nabi Muhammad pernah menegaskan ‘ibda’ bi nafsik (mulailah dari diri sendiri). Dalam Al-Qur’an juga ada penegasan, kafa bi nafsik al-yauma hasiba (cukuplah dirimu sendiri sebagai penghisab, penentu terhadapmu).

Rabu, 15 Agustus 2018

Sembilan Adab Menjadi Orang Kaya Menurut Imam Al-Ghazali

Kekayaan, betapapun kerasnya cara kita mendapatkannya, adalah anugerah Allah. Karena anugerah, ia harus diperlakukan sesuai dengan aturan-aturan Sang Pemberi Anugerah. Orang tak bisa seenaknya berbuat dengan hartanya meskipun ia mengklaim itu hasil jerih payahnya sendiri. Sebab, setiap yang dimiliki manusia terkandung tanggung jawab yang harus dipikul. Sikap etis dalam memiliki kekayaan termasuk dari implementasi tanggung jawab tersebut.



Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali menjelaskan etika menjadi orang kaya dalam salah satu risalahnya berjudul Al-Adabu fid Dîn, persisnya dalam fasal Âdâbul Ghanî (dalam Majmû‘ Rasâil al-Imâm al-Ghazâlî, Kairo: al-Maktabah at-Taufîqiyyah). Imam Al-Ghazali mengulas beberapa poin penting yang harus dilakukan oleh orang berpunya.



Pertama, selalu bersikap tawaduk (luzûmut tawadlu'). Kedua, menghapus sikap sombong (nafyut takabbur). Orang yang memiliki kelebihan, termasuk kelebihan harta benda, diharuskan untuk melestarikan sifat rendah hati, tidak angkuh, terhadap orang lain baik miskin maupun kaya seperti dirinya. Sifat ini bisa muncul jika si kaya menginsafi bahwa kekayaan hanyalah titipan atau sekadar amanat.



Ketiga, senantiasa bersyukur (dawâmusy syukr). Lawan dari syukur adalah kufur alias mengingkari kekayaan sebagai karunia yang sangat berharga. Kufur biasanya dipicu oleh sifat tamak, tak puas dengan apa yang sedang dimiliki. 



Keempat, terus bekerja untuk kebajikan (at-tawâshul ilâ a‘mâlil birr).Di antara modal orang kaya yang tak dimiliki orang miskin adalah kekuatan ekonomi. Karena itu hendaknya kekuatan ini dimanfaatkan untuk kemaslahatan orang lain, bukan dibiarkan menumpuk, bukan pula untuk kegiatan mubazir atau yang menimbulkan mudarat.



Kelima, menunjukkan air muka yang berseri-seri kepada orang fakir dan gemar mengunjunginya (al-basyâsyah bil faqîr wal iqbâl ‘alaihi). Sikap ini adalah bukti bahwa si kaya tak membedakan pergaulan berdasarkan status ekonomi seseorang. 



Keenam, menjawab salam kepada siapa saja (raddus salâm ‘alâ kulli ahadin). Orang kaya juga dituntut untuk membalas sapaan yang datang dari setiap orang, terlepas dari latar belakang keturunan, kekayaan, status sosial, profesi, dan lain-lain. Manusia memang diciptakan setara dan sama-sama mulia, dan demikianlah seharusnya tiap orang saling bersikap.



Ketujuh, menampakkan diri sebagai orang yang berkecukupan (idh-hârul kifâyah). Artinya, orang kaya tak sepatutnya bersikap memelas atau menunjukkan tanda-tanda sebagai orang yang butuh bantuan. Tentu ini berbeda dari sikap hidup sederhana, yang menjadi lawan dari berfoya-foya dan terlalu bermewah-mewahan.



Kedelapan, lembut dalam bertutur dan berperangai ramah (lathâfah al-kalimah wa thîbul muânasah). Artinya, tidak mentang-mentang kaya dan bisa melakukan banyak hal dengan kekuatan ekonominya, orang kaya lantas boleh berbuat apa saja, termasuk berkata kasar dan merendahkan orang lain.



Kesembilan, suka membantu untuk kepentingan-kepentingan yang positif (al-musâ‘adah ‘alal khairât). Contah dari sikap ini adalah bersedekah, membangun fasilitas umum, memberi bantuan modal usaha, menanggung biaya pendidikan orang miskin, dan lain-lain. (Mahbib)



Sumber : http://www.nu.or.id/post/read/71272/sembilan-adab-menjadi-orang-kaya-menurut-imam-al-ghazali 

Selasa, 14 Agustus 2018

Administrasi Guru Kelas I SD/MI

  • Silabus SD/MI Kurikulum 2013 revisi 2018, Unduh
  • RPP Kelas 1 SD/MI Semester 1 kurikulum 2013 revisi 2018, Unduh
  • RPP Kelas 1 SD/MI Semester 2 kurikulum 2013 revisi 2018, Unduh
  • Pemetaan Kompetensi Kelas 1 k13 revisi 2018, Unduh
  • KKM kelas 1 SD/MI k13 revisi 2018, Unduh
  • Program Tahunan SD/MI k13 revisi 2018, Unduh
  • Program Semester SD/MI k13 revisi 2018, Unduh
  • Jadwal Pelajaran SD/MI tahun 2018/2019, Unduh
  • Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019, Unduh
  • Jurnal Kelas 1 SD/MI Revisi 2018, Unduh
  • Aplikasi Raport SD Kelas 1 Revisi 2017, Unduh

  • Demikian Administrasi (Perangkat Pembelajaran) Kelas 1 jenjang SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2018 yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat.

    Download Administrasi Guru Kelas SD Kurikulum 2013

    Download Administrasi Guru Kelas SD Kurikulum 2013

    Berikut ini adalah link download Administrasi Guru Kelas SD Kurikulum 2013 revisi baru 2017 Terlengkap, format administrasi guru SD, aplikasi administrasi guru kelas SD revisi 2017.

    Perangkat guru merupakan perlengkapan pembelajaran dalam membuat administrasi harian seperti membuat RPP, Promes, Format absensi, rekap nilai ulangan harian, dan yang lain. Guru kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 tidak lepas dari mengerjakan administrasi tersebut.

    Untuk mengerjakan laporan pembukuan tersebut kami memberikan beberapa file untuk dijadikan bahan percontohan dan penambah perlengkapan Anda, karena serangkaian kerja guru sangat banyak sampai-sampai berita ini diperbincangkan oleh staf pemerintah terkait. Selentingan kabar guru tidak boleh dibebani dengan pekerjaan diluar mengajar, dengan kata lain pengajar harus fokus memberikan materi pembelajaran kepada peserta didik.

    langkah awal mengerjakan administrasi guru kelas membuat Rencana pembelajaran sebagai target pencapaian kompetensi, anda tidak usah mempersulit diri segera dapatkan contoh format RPP Kurikulum 2013 dan KTSP 2006 lengkap.

    Kedua kami akan memberikan file administrasi guru kelas SD dan MI lengkap kurikulum 2013 fungsi nya untuk mengerjakan laporan kegiatan pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas.

    Untuk guru pembelajar atau guru modern yang menggunakan aplikasi dalam membuat laporan administrasi jangan dulu tinggalkan halaman ini karena anda juga bisa mendapatkan file Aplikasi Administrasi Guru kelas Sekolah Dasar lengkap. 

    Kami juga mengerti akan keterbatasan anda dan usia anda yang sudah mulai menua, akan sangat sulit dan jenuh bila dipaksa harus mempelajari aplikasi yang begitu rumit. Untuk itu kami menyediakan kumpulan 41 Format Administrasi Guru kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 SD K13 DOC.

    Rabu, 12 April 2017

    Tipe Guru Yang Disukai Siswanya

    Siswa menghabiskan hampir lima sampai delapan jam di sekolah di bawah pengawasan guru. Apa yang mereka pelajari selama itu adalah bagian penting dari kehidupannya, karena merupakan bekal masa depan. Guru memainkan peran orang tua ketika siswa berada di sekolah. Ada beberapa kualitas yang ideal yang dibutuhkan untuk seorang guru yang baik. Berikut tipe-tipe guru yang akan disukai siswanya.


    1. Mengajar harus interaktif

    Sangat penting bagi guru untuk berkomunikasi dengan siswa selama belajar sehingga mereka dapat memperhatikan dan dengan demikian tidak melewatkan topik apapun. Kelas harusnya lebih seperti diskusi, sehingga setiap orang dapat berbicara tentang pandangan mereka dan bisa belajar sesuatu yang baru.

    2. Ramah

    Meskipun sangat penting bagi seorang guru untuk mempertahankan disiplin. Namun, ketika seorang guru ramah dengan siswanya, mereka akan merasa bebas untuk berbagi dengan guru mereka. Ini dapat bermanfaat bagi guru untuk membimbing mereka sebagai teman dan dengan demikian dapat membantu mereka dalam mengambil keputusan yang tepat.

    3. Menjadi panduan

    Setiap siswa pasti memiliki masalahnya masing-masing, mungkin orang tuanya dapat membantu. Tetapi jika masalah tersebut terkait dengan masalah sekolah, maka ia mendongak ke gurunya untuk dukungan dan bimbingan. Guru harus mampu memberikan bimbingan kepada siswa-siswanya setiap kali mereka membutuhkannya.

    4. Memiliki selera humor

    Siswa ingin ketika mengajar dibuat menyenangkan, kelas membosankan membuat siswa resah. Hal ini sangat diperlukan bahwa seorang guru harus memiliki rasa humor yang baik, sehingga ia dapat menambahkan unsur menyenangkan dalam belajar. Berbicara tentang pengalaman mereka dan berbagi kenangan lucu, akan memberikan mereka istirahat dan juga menyegarkan mereka.

    5. Toleran

    Guru yang memiliki sifat toleran biasanya merupakan favorit setiap siswa. Seorang guru tidak harus ekstra ketat atau kasar terhadap siswa karena mereka akan kemudian tidak bisa membuka diri. Ekstra kelonggaran juga tidak disukai karena dapat membuat siswa membangkang. Jadi, guru harus menjaga keseimbangan dan tidak boleh terlalu lunak dan terlalu ketat.

    Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2017/04/tipe-tipe-guru-seperti-ini-akan-disukai-siswanya.html#ixzz4dznfUg4q

    KI AGENG GIRING III


    Ki Ageng Giring dan Ki Ageng Pemanahan

    Berbicara soal Kabupaten Gunungkidul dan DI Yogyakarta tak bisa lepas dari satu tokoh ini, Ki Ageng Giring III. Bahkan sebenarnya dalam skala yang lebih luas, Ki Ageng Giring III memiliki peran besar dalam berdirinya Kerajaan Mataram Islam. Siapa dia? Ki Ageng Giring III adalah salah seorang keturunan Prabu Brawijaya IV (Bhre Kerta Wijaya) dari Retna Mundri, yang hidup dan menetap pada abad XVI di Desa Sodo, Kecamatan Paliyan. Beliau adalah sesepuh Trah Mataram yang sangat dihormati.
    Diceritakan oleh salah satu juru kunci Makam Ki Ageng Giring III, Mas Lurah Surakso Hartoyo, perlu diketahui bahwa gelar Ki Ageng adalah gelar seseorang tokoh pada waktu sudah purna tugas kenegaraan, atau setelah lengser dari jabatannya.
    Pada masa aktif menjabat biasanya disebut Ki Gede. Lalu setelah sepuh, jabatan dialih terimakan kepada keturuannya dan sebagai sesepuh, tokoh tersebut ganti menyandang gelar Ki Ageng. Demikian pula asal nama Ki Ageng Giring. Makam Ki Ageng Giring III dikelola oleh Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat karena merupakan pepunden Trah Mataram sebagai penerima turunnya wahyu Keraton Mataram Islam.
    Saat berguru, Raden Kertonadi (red-nama kecil Ki Ageng Giring III) bertemu dengan seorang wali besar yang bernama Sunan Kalijaga. Kertonadi seperguruan dengan Raden Bagus Kecung yang kelak bergelar Ki Ageng Pemanahan yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya V (Bhre Kertabumi). Keduanya adalah para tokoh politik yang mengembara untuk mengembangkan kekuatan spiritual dan mengajarkan Islam kepada penduduk sekitar.
    “Perlu diketahui, bahwa setelah hancurnya kerajaan Majapahit, putra-putri Prabu Brawijaya menyebar ke berbagai wilayah di tanah Jawa, bahkan sampai Bali dan Lombok. Di tempatnya masing-masing, mereka berikhtiar lahir batin untuk mendapatkan kembali tahta ayahanda beliau yang telah hilang. Keyakinan bahwa wahyu keraton akan turun kepada putra yang memiliki kecakapan lahir batin ini sangat kuat menancap ke dalam relung jiwa para trah darah biru ini, di antaranya adalah Ki Ageng Giring dan Ki Ageng Pemanahan,” jelas Mas Lurah Surakso Hartoyo belum lama ini.

    Makam Ki Ageng Giring III

    Diketahui Ki Ageng Giring menikah dengan Nyi Talang Warih dan dari pernikahan tersebut lahir dua orang anak, yaitu Rara Lembayung dan Ki Ageng Wonokusumo yang nantinya menjadi Ki Ageng Giring IV. Isyarat akan turunnya wahyu Keraton Mataram di perbukitan kidul itu atas petunjuk Sunan Kalijaga, seorang tokoh spiritual yang mampu melihat dengan pandangan lahir batin atas suatu persoalan masyarakat. Oleh Sunan Kalijaga, Ki Ageng Giring dan Ki Ageng Pemanahan dianggap sebagai santri yang mampu menjalankan tirakat dengan kuat untuk menyangga negeri. Untuk mengupas keterkaitan kisah ini, tidak bisa lepas dari perjalanan Ki Ageng Pemanahan mengawal Sultan Hadiwijaya di Keraton Pajang.

    Selasa, 11 April 2017

    KH. Ahmad Hasyim Muzadi



    Dunia internasional yang kerap diwarnai aksi ekstremisme membutuhkan progresvitas pemikiran dan praksis gerakan yang dapat menumbuhkan Islam sebagai agama Rahmat dan perdamaian di atas semua golongan.

    Langkah strategis ini dilakukan oleh KH Ahmad Hasyim Muzadi ketika mendirikan lembaga bernama International Conference of Islamic Scholars (ICIS) saat dirinya menjabat sebagai Ketua Umum PBNU dalam rentang periode 1999-2009. Lembaga ini menjadi corong dan wadah bukan hanya bagi para ulama, tetapi juga para akademisi dan cendekiawan untuk bersama-sama mewujudkan perdamaian dunia.

    ICIS juga menjadi wadah bagi generasi muda dalam melakukan rembug bersama untuk menyikapi berbagai persoalan bangsa dengan melakukan sejumlah kajian strategis. Komitmen kebangsaan yang mengglobal ini tidak lahir dari langkah instan KH Hasyim Muzadi, melainkan melalui proses panjang ketika dirinya aktif berorganisasi di berbagai jenjang.

    Ahmad Hasyim Muzadi lahir di Bangilan, Tuban, Jawa Timur pada 8 Agustus 1944 silam dari pasangan KH Muzadi dan Nyai Hj Rumyati. Ia mempunyai istri bernama Hj Mutamimah yang dari rahimnya lahir 6 orang anak yang terdiri dari 3 putra dan 3 putri. 

    Hasyim Muzadi mengawali pendidikannya di Madrasah Diniyah Tuban pada 1950-1953. Ia kemudian meneruskan ke jenjang pendidikan dasar di SD Tuban tahun 1954-1955 dan berlanjut di SMPN 1 Tuban pada 1955-1956.

    Kamis, 17 Juli 2014

    DOWNLOAD BUKU PELAJARAN SD KURIKULUM 2013

    Perubahan kurikulum dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013 menyebabkan pula perubahan buku pelajaran yang digunakan. Kurikulum 2013 yang memakai metode tematik integratif untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) akan diterapkan pada kelas I dan IV terlebih dahulu. Buku pelajaran Kurikulum 2013 juga berbentuk Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang bisa didownload gratis.

    Buku pelajaran disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan diberikan secara gratis bagi sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013 mulai 15 Juli mendatang. Sekolah-sekolah ini ditunjuk langsung oleh Kemdikbud. Bagi sekolah yang tidak ditunjuk pun dapat mengajukan diri untuk menerapkan Kurikulum 2013, tetapi untuk buku pelajaran disediakan sendiri oleh sekolah.

    Buku pelajaran SD Kurikulum 2013 disusun oleh tim yang dibentuk oleh Kemdikbud. Untuk buku pelajaran SD Kurikulum 2013 terdiri dari dua jenis, yaitu buku untuk siswa dan buku pegangan guru. Buku pelajaran tidak lagi dipisahkan berdasarkan mata pelajaran melainkan melainkan dipisah berdasarkan tema. Berikut buku-buku pelajaran untuk kelas I dan IV SD Kurikulum 2013 yang bisa didownload secara gratis. 

    Download Buku Kurikulum 2013 Untuk Kelas 1 SD


    ·     Buku Siswa Kelas 1: PAI dan Budi Pekerti | DOWNLOAD
    ·     Buku Pegangan Guru Kelas 1: PAI dan Budi Pekerti | DOWNLOAD
    ·     Buku Siswa Kelas 1: Tema 1 Diriku | DOWNLOAD
    ·     Buku Pegangan Guru Kelas 1: Tema 1 Diriku | DOWNLOAD
    ·     Buku Siswa Kelas 1: Tema 2 Kegemaranku | DOWNLOAD
    ·     Buku Pegangan Guru Kelas 1: Tema 2 Kegemaranku | DOWNLOAD
    ·     Buku Siswa Kelas 1: Tema 3 Kegiatanku | DOWNLOAD
    ·     Buku Pegangan Guru Kelas 1: Tema 3 Kegiatanku | DOWNLOAD
    ·     Buku Siswa Kelas 1: Tema 4 Keluargaku | DOWNLOAD
    ·     Buku Pegangan Guru Kelas 1: Tema 4 Keluargaku | DOWNLOAD


    Download Buku Kurikulum 2013 Untuk Kelas IV SD

    ·     Buku Siswa Kelas IV: PAI dan Budi Pekerti | DOWNLOAD
    ·     Buku Pegangan Guru Kelas IV: PAI dan Budi Pekerti | DOWNLOAD
    ·     Buku Siswa Kelas IV: Tema 1 Indahnya Kebersamaan | DOWNLOAD
    ·     Buku Pegangan Guru Kelas IV: Tema 1 Indahnya Kebersamaan | DOWNLOAD
    ·     Buku Siswa Kelas IV: Tema 2 Selalu Berhemat Energi | DOWNLOAD
    ·     Buku Siswa Kelas IV: Tema 3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup | DOWNLOAD
    ·     Buku Pegangan Guru Kelas IV: Tema 3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup | DOWNLOAD
    ·     Buku Siswa Kelas IV: Tema 4 Berbagai Pekerjaan | DOWNLOAD
    ·     Buku Pegangan Guru Kelas IV: Tema 4 Berbagai Pekerjaan | DOWNLOAD

    Buku-buku pelajaran BSE Kurikulum 2013 di atas bisa juga didownload gratis di situs bse.kemdikbud.go.id. Rencananya 
    buku pelajaran SD di Kurikulum 2013 akan berlaku sekali pakai. Untuk tahun berikutnya, pemerintah akan mencetak buku baru. Setiap tahun akan dicetak buku pelajaran baru untuk SD.


    Sumber: 
    http://www.sekolahdasar.net/2013/07/download-buku-pelajaran-sd-kurikulum-2013.html#ixzz37h85ZMYV