قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 April 2017

KI AGENG GIRING III


Ki Ageng Giring dan Ki Ageng Pemanahan

Berbicara soal Kabupaten Gunungkidul dan DI Yogyakarta tak bisa lepas dari satu tokoh ini, Ki Ageng Giring III. Bahkan sebenarnya dalam skala yang lebih luas, Ki Ageng Giring III memiliki peran besar dalam berdirinya Kerajaan Mataram Islam. Siapa dia? Ki Ageng Giring III adalah salah seorang keturunan Prabu Brawijaya IV (Bhre Kerta Wijaya) dari Retna Mundri, yang hidup dan menetap pada abad XVI di Desa Sodo, Kecamatan Paliyan. Beliau adalah sesepuh Trah Mataram yang sangat dihormati.
Diceritakan oleh salah satu juru kunci Makam Ki Ageng Giring III, Mas Lurah Surakso Hartoyo, perlu diketahui bahwa gelar Ki Ageng adalah gelar seseorang tokoh pada waktu sudah purna tugas kenegaraan, atau setelah lengser dari jabatannya.
Pada masa aktif menjabat biasanya disebut Ki Gede. Lalu setelah sepuh, jabatan dialih terimakan kepada keturuannya dan sebagai sesepuh, tokoh tersebut ganti menyandang gelar Ki Ageng. Demikian pula asal nama Ki Ageng Giring. Makam Ki Ageng Giring III dikelola oleh Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat karena merupakan pepunden Trah Mataram sebagai penerima turunnya wahyu Keraton Mataram Islam.
Saat berguru, Raden Kertonadi (red-nama kecil Ki Ageng Giring III) bertemu dengan seorang wali besar yang bernama Sunan Kalijaga. Kertonadi seperguruan dengan Raden Bagus Kecung yang kelak bergelar Ki Ageng Pemanahan yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya V (Bhre Kertabumi). Keduanya adalah para tokoh politik yang mengembara untuk mengembangkan kekuatan spiritual dan mengajarkan Islam kepada penduduk sekitar.
Perlu diketahui, bahwa setelah hancurnya kerajaan Majapahit, putra-putri Prabu Brawijaya menyebar ke berbagai wilayah di tanah Jawa, bahkan sampai Bali dan Lombok. Di tempatnya masing-masing, mereka berikhtiar lahir batin untuk mendapatkan kembali tahta ayahanda beliau yang telah hilang. Keyakinan bahwa wahyu keraton akan turun kepada putra yang memiliki kecakapan lahir batin ini sangat kuat menancap ke dalam relung jiwa para trah darah biru ini, di antaranya adalah Ki Ageng Giring dan Ki Ageng Pemanahan, jelas Mas Lurah Surakso Hartoyo belum lama ini.

Makam Ki Ageng Giring III

Diketahui Ki Ageng Giring menikah dengan Nyi Talang Warih dan dari pernikahan tersebut lahir dua orang anak, yaitu Rara Lembayung dan Ki Ageng Wonokusumo yang nantinya menjadi Ki Ageng Giring IV. Isyarat akan turunnya wahyu Keraton Mataram di perbukitan kidul itu atas petunjuk Sunan Kalijaga, seorang tokoh spiritual yang mampu melihat dengan pandangan lahir batin atas suatu persoalan masyarakat. Oleh Sunan Kalijaga, Ki Ageng Giring dan Ki Ageng Pemanahan dianggap sebagai santri yang mampu menjalankan tirakat dengan kuat untuk menyangga negeri. Untuk mengupas keterkaitan kisah ini, tidak bisa lepas dari perjalanan Ki Ageng Pemanahan mengawal Sultan Hadiwijaya di Keraton Pajang.

Kamis, 13 Desember 2012

PROGRAM TEACHER TRAINING


Program Penataran Guru (Teacher Training Program) adalah salah satu program beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) yang dirancang khusus bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran sesuai dengan bidangnya. Mereka akan diberikan pelatihan dalam cara mengajar, pembuatan rencana belajar-mengajar yang lebih efektif dan menarik minat siswa dan hal-hal lain yang dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan para guru. Program ini adalah program non-gelar dan lamanya adalah 1 tahun 6 bulan (termasuk 6 bulan belajar bahasa Jepang) dari Oktober 2013.


Syarat-syarat :
  1. Lulusan S-1 atau D-4 dan guru yang mengajar secara aktif di SD, SLTP, SLTA (termasuk sekolah swasta dan SMK).
  2. Pelamar telah mengajar lebih dari 5 tahun di lembaga pendidikan formal pada tanggal 1 April 2013. Semua bidang ditawarkan kecuali, PKN, Bahasa Indonesia, bahasa daerah, Bahasa Arab, pendidikan agama, dan perhotelan.
  3. Usia di bawah 35 tahun pada tanggal 1 April 2013.

Rabu, 05 Desember 2012

UJI PUBLIK KURIKULUM 2013


Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan bagian dari strategi meningkatkan capaian pendidikan. Disamping kurikulum, terdapat sejumlah faktor diantaranya: lama siswa bersekolah; lama siswa tinggal di sekolah; pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi; buku pegangan atau buku babon; dan peranan guru sebagai ujung tombak pelaksana pendidikan.
Orientasi Kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Hal ini sejalan dengan amanat UU No. 20 Tahun 2003 sebagaimana tersurat dalam penjelasan Pasal 35: kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati.

Sabtu, 24 November 2012

KISI-KISI UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2012/2013


Di tengah polemik rencana pelaksanaannya tahun depan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  melalui Badan Standar Nasional Pendidikan  atau BSNP akhirnya merilis kisi-kisi soal Ujian Nasional 2013. Perkiraan soal untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah itu mulai disosialisasikan di laman resmi BSNP sejak hari Selasa (20/11/2012).

Dalam laman tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mencantumkan tiga tautan, yaitu tautan surat keputusan (SK) tentang kisi-kisi soal ujian nasional (UN), tautan berisi kisi-kisi soal UN untuk jenjang sekolah dasar, serta satu tautan berisi kisi-kisi soal UN untuk jenjang sekolah menengah pertama dan atas.

SK menyebutkan bahwa khusus kisi-kisi UN ini digunakan sebagai

Selasa, 16 Oktober 2012

Ujian Nasional 2013


Rencana kebijakan UN 2013 adalah dalam 1 kelas terdiri 20 peserta dengan 20 macam paket soal. Dan standar lulus, meningkat dari 5,5 menjadi 6. Alternatif lainnya, standar nilainya tetap 5,5 tetapi derajat kesulitan soal ditingkatkan.  Pada UN 2012 proporsi tingkat kesulitan soal adalah 10 % mudah, 80 % sedang, dan 10 % sukar. Formulasi pada tahun depan kemungkinan menjadi 10 % mudah, 70 % sedang, dan 20 % sukar.
Pemerintah tetap berencana menyelenggarakan Ujian Nasional tahun depan. Sejumlah perubahan dilakukan, salah satunya 20 variasi soal, berbeda dengan UN tahun 2012 yang memiliki lima variasi soal.

Rabu, 18 Juli 2012

Hari Pertama Puasa Tahun 2012


Hampir setiap tahun, awal puasa 1 Ramadan beberapa ormas Islam selalu berbeda. Seperti tahun ini, awal puasa berpotensi tidak serentak. Ketidakserentakan ini juga disadari dua ormas Islam besar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah. Muhammadiyah memutuskan awal puasa pada Jumat 20 Juli 2012, sedangkan NU kemungkinan besar jatuh pada Sabtu 21 Juli 2012.

Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menetapkan Jumat 20 Juli 2012 sebagai Hari Pertama puasa tanggal 1 Ramadan 1433 H dan Hari Raya Idul Fitri pada 19 Agustus 2012 atau pada 1 Syawal 1433 H, dituangkan dalam Maklumat dengan nomor 01/MLM/I.0/E/2012. Maklumat tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah 1433 Hijriyah,

Sabtu, 14 April 2012

1,6 Juta Siswa Madrasah Siap UN 2012


Ujian Nasional (UN) 2012 tingkat madrasah di tanah air ini diikuti 1.647.835 siswa, jumlah tersebut terbagi menjadi 495.405 siswa untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), 820.409 siswa jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan peserta UN Madrasah Aliyah (MA) tercatat 144.624 siswa yang terdiri dari program IPA 96.663 peserta didik, program IPS 208.258 peserta didik, program BHS 11.786 peserta didik dan program keagamaan 15.317 peserta didik, demikian disampaikan Direktur Pendidikan Madrasah Prof Dr. Dedi Djubaedi kepada pers di Jakarta, Selasa (20/3).

Sebagaimana diketahui bahwa UN ini dilakukan untuk mengukur

Senin, 16 Agustus 2010

Urusan Tunjangan Guru Semakin Rumit

Senin, 16 Agustus 2010 | 23.56 WIB

Kesejahteraan guru merupakan hal yang rumit untuk direalisasikan karena untuk mendapatkan tunjangan pun prosedurnya amat merepotkan guru. Sementara itu, guru yang mendapat sertifikasi tahun 2009 belum menerima satu kali pun tunjangan yang dijanjikan.

Bahkan, di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, anggaran yang disediakan pemerintah untuk guru yang lulus sertifikasi tidak mencukupi. Dari 2.226 guru yang lulus sertifikasi tahun 2009, hanya 1.594 guru akan mendapat tunjangan profesinya tahun ini.