قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا

Sabtu, 03 November 2012

TIADA KATA GAGAL SEBELUM DATANG AJAL


Setiap orang mungkin pernah merasakan pahitnya kegagalan. Target yang tidak tercapai, perjuangan yang tak membuahkan hasil sesuai keinginan, atau bahkan permohonan yang tak kunjung terkabulkan.
Manusiapun beragam dalam menyikapi kenyataan seperti ini. Ada yang sedih ketika tak lulus sekolah, ada yang depresi lantaran gagal menjadi pejabat, stress lantaran usahanya gulung tikar, dan bahkan ada yang bunuh diri karena gagal menikah dengan orang yang dicintainya. Intinya adalah putus asa dan berat menerima kenyataan yang tidak sesuai harapan.

Tak Ada Istilah Gagal, Kecuali dalam Satu Hal
Sebenarnya, tak ada istilah gagal dalam berusaha, selain kegagalan dalam menyikapi hasil. Inipun, masih ada peluang untuk perbaikan. Hanya ada satu kegagalan yang fatal, yang benar-benar dikatakan gagal, yakni gagal dalam mengisi hidup hingga datangnya ajal.

DERITA ABADI KARENA DENGKI


Gelang di tangan orang yang hendak di rampas tidak dapat, cincin di jari sendiri terlucut hilang. Begitulah peribahasa Melayu yang menggambarkan keadaan orang yang menyimpan rasa dengki. Harapan ingin mendapatkan milik orang tak didapatkan, namun sesuatu yang menjadi milik sendiri dikorbankan. Karena sejatinya pendengki selalu rugi, tak ada keuntungan sedikitpun bagi pendengki. Bahkan, gambaran peribahasa tersebut belum cukup menggambarkan total kerugian orang yang dialami orang yang terjangkiti penyakit dengki.

Derita Para Pendengki
Tak ada yang lebih patut dikasihani melebihi orang yang menderita penyakit dengki. Jika umumnya manusia berpikir dan berbuat untuk sesuatu yang menguntungkan dirinya, atau sekedar menyenangkan hatinya, tidak demikian halnya dengan pendengki.

MEMAKNAI KEGAGALAN


Seperti bayi yang tak diinginkan kelahirannya, tapi menjadi orang paling berguna ketika dewasa, daripada saudara-saudaranya. Tamsil ini barangkali cocok untuk mengibaratkan sebuah kegagalan. Kegagalan, adalah realita yang tak dipungkiri tidak pernah diinginkan kehadirannya, tapi ternyata membawa hikmah yang luar biasa di balik punggungnya. Meski demikian, wajar jika tak seroang pun pernah menginginkan kegagalan menyapa dirinya. Itu karena sang hikmah tak pernah mau menampakkan diri tepat pada saat kegagalan menghampiri.
Gagal. Dalam Kamus Bahasa Indonesia artinya batal atau tidak jadi meraih sesuatu. Sebelum membahas lebih lanjut, kita harus membatasi makna gagal pada sesuatu yang tidak jadi atau batal teraih setelah adanya usaha maksimal. Sebab, kegagalan yang terjadi sebelum atau tanpa usaha maksimal, sejatinya bukanlah kegagalan tapi konsekuensi logis. Sebuah keniscayaan dari lemahnya usaha dan semangat.

ANTARA DENGKI DAN PERSAINGAN


Sekecil apapun kadarnya, semua orang pernah merasakan kedengkian. Hanya saja sikap yang di ambil ketika dengki mulai tumbuh, masing-masing orang berbeda. Ada yang segera memangkasnya, ada pula yang membiarkannya tumbuh menjadi pohon hasad yang berbuah kezhaliman.
Dengki dalam bahasa kita adalah perasaan tidak suka pada orang tertentu yang meraih atau mendapat suatu karunia. Dengki sering digunakan untuk memaknai hasad. Tapi hasad, sebenarnya, bukan hanya perasaan tidak suka tapi juga disertai keinginan agar nikmat tersebut berpindah tangan atau hilang darinya. Sehingga tak mengherankan jika hasad sering menjadi biang kerok dari berbagai tindak kezhaliman sebagai bentuk pelampiasannya. Sampai-sampai, ada ayat khusus yang memerintahkan manusia berlindung dari ulah pendengki (QS. Falaq; 5).

Selasa, 16 Oktober 2012

Ujian Nasional 2013


Rencana kebijakan UN 2013 adalah dalam 1 kelas terdiri 20 peserta dengan 20 macam paket soal. Dan standar lulus, meningkat dari 5,5 menjadi 6. Alternatif lainnya, standar nilainya tetap 5,5 tetapi derajat kesulitan soal ditingkatkan.  Pada UN 2012 proporsi tingkat kesulitan soal adalah 10 % mudah, 80 % sedang, dan 10 % sukar. Formulasi pada tahun depan kemungkinan menjadi 10 % mudah, 70 % sedang, dan 20 % sukar.
Pemerintah tetap berencana menyelenggarakan Ujian Nasional tahun depan. Sejumlah perubahan dilakukan, salah satunya 20 variasi soal, berbeda dengan UN tahun 2012 yang memiliki lima variasi soal.

Rabu, 10 Oktober 2012

IKHLAS


Mengapa ikhlas? Ikhlas mensyaratkan kita agar selalu berbuat (amal) kebaikan hanya karena Allah. Bukan yang lain. Bukan karena riya atau biar orang menganggap kita orang baik, misalnya. 
Allah Swt., dalam al-Qur’an juga telah menegaskan, “…Dan tidaklah kamu semua diperintah kecuali untuk menyembah kepada-Nya dan ikhlas dalam beragama”. (wa ma umiruu illa liya’budullaha mukhlisiina lahuddin).

HAJI


Allah SWT berfirman, “Bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak, dan mohonlah ampun kepada Allah SWT. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 199).
Ayat ini merupakan teguran terhadap sekelompok orang (yang di kenal dengan al-hummas) yang mengingkari kesamaan nilai kemanusiaan, kemudian dengan perasaan memiliki keistimewaan diri, mereka enggan bersatu dengan orang banyak dalam melakukan wukuf. Mereka melakukan wukuf di Muzdalifah, sedangkan orang banyak melakukan wukuf di Arafah.
Pemisahan diri yang dilatarbelakangi oleh perasaan superioritas inilah yang dicegah oleh Allah SWT dalam ayat di atas.