قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا

Rabu, 25 April 2012

KH. M. MUNAWWIR ( PENJAGA AL-QUR’AN DARI YOGYAKARTA )


KH Muhammad Munawwir lahir di Kauman, Yogyakarta, dari pasangan KH. Abdullah Rosyad dan Khodijah. KH. M. Munawwir beristrikan empat orang, yaitu Ny. R.A. Mursyidah dari Kraton, Ny. Hj. Suistiyah dari Wates, Ny. Salimah dari Wonokromo, dan Ny. Rumiyah dari Jombang. Ketika istri pertamanya meninggal dunia, KH M. Munawwir menikahi Ny. Khodijah dari Kanggotan, Gondowulung.
Sejak kanak-kanak, KH M. Munawwir belajar Al-Qur'an di Bangkalan, sebuah pesantren yang diasuh oleh KH Maksum. Selain belajar Al-Qur'an, ia juga belajar ilmu-ilmu keislaman lainnya dari para kiai, seperti KH Abdullah dari Kanggotan Bantul, KH Kholil dari Bangkalan Madura, KH Sholih dari Darat Semarang, dan KH Abdur Rahman dari Watucongol Muntilan Magelang. Pada tahun 1888 KH. M. Munawwir meneruskan belajar ke Mekkah dan menetap di sana selama 16 tahun. Dari Mekkah KH M. Munawwir melanjutkan belajar ke Medinah. Setelah 21 tahun bermukim di kedua kota suci itu, dan memperoleh ijazah mengajar tahfiz Al-Qur’an, beliau kembali ke Yogyakarta

Selasa, 24 April 2012

PANDANGAN KH. HASYIM ASY’ARI TERHADAP FANATISME BUTA

Menyikapi isu-isu khilafiyyah yang makin meruncing seperti sekarang ini dan gelombang arus pemikiran yang tidak terarah, KH. Hasyim Asy’ari patut menjadi teladan. Ia pendiri NU yang di kenal tegas terhadap pemikiran di luar Islam, dan menyeru pada pentingnya ukhuwah Islamiyyah.
KH. Hasyim Asy’ari adalah ulama’ kenamaan yang lahir dari darah keturunan para ulama’. Ayahnya, Kyai Asy’ari adalah seorang ulama’ di daerah selatan Jombang yang memiliki pesantren. Kakeknya, Kyai Ustman, terkenal sebagai pemimpin Pesantren Gedang, yang santrinya berasal dari seluruh Jawa, pada akhir abad 19. Ayah kakeknya, Kyai Sihah, juga ulama’, adalah pendiri Pesantren Tambakberas di Jombang.
Selama tujuh tahun ia nyantri di Makkah berguru kepada masyayikh

Jumat, 20 April 2012

KARTINI


Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hinggaHamengkubuwana VI.
Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupatiberisterikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi[2], maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.
Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.
Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar

Sabtu, 14 April 2012

1,6 Juta Siswa Madrasah Siap UN 2012


Ujian Nasional (UN) 2012 tingkat madrasah di tanah air ini diikuti 1.647.835 siswa, jumlah tersebut terbagi menjadi 495.405 siswa untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), 820.409 siswa jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan peserta UN Madrasah Aliyah (MA) tercatat 144.624 siswa yang terdiri dari program IPA 96.663 peserta didik, program IPS 208.258 peserta didik, program BHS 11.786 peserta didik dan program keagamaan 15.317 peserta didik, demikian disampaikan Direktur Pendidikan Madrasah Prof Dr. Dedi Djubaedi kepada pers di Jakarta, Selasa (20/3).

Sebagaimana diketahui bahwa UN ini dilakukan untuk mengukur

Kamis, 16 Februari 2012

KEJUJURAN ADALAH KUALITAS SPIRITUAL YANG TAK TERNILAI


” Sekali orang berbohong, maka akan melahirkan seribu kebohongan untuk menutupi kebohongannya yang pertama”
Kejujuran merupakan hal yang sangat mahal. Terutama di zaman sekarang ini, zaman yang penuh dengan kepalsuan dan tipu daya. Demi mencari kebutuhan perut atau bahkan hanya karena menuruti ego pribadi, orang mengumbar kebohongan dimana-mana. Lihatlah para pejabat yang mengumbar janji-janji syurgawi ketika mereka berkampanye. Dan setelah menjadi pejabat, tak satupun janji yang mereka laksanakan. Kebohongan adalah akar dari segala dosa, sedangkan kejujuran adalah kunci kebaikan.
Sekali orang berbohong, maka akan melahirkan seribu kebohongan untuk menutupi kebohongannya yang pertama. Ia juga telah menyebarkan kebohongan, dan menyebabkan orang lain berbohong. Sekilas kebohongan memang dapat mendatangkan keuntungan, namun akan menciptakan malapetaka yang lebih besar. Sebaliknya kejujuran terkadang memang sangat sulit dilaksanakan, walaupun hikmah dari kejujuran akan mendatangkan kebahagiaan dan kebaikan.

Sabtu, 11 Februari 2012

PERIHAL PENYUCIAN DIRI

Penyucian adalah pembersihan diri. Ada dua macam pembersihan. Pertama, bagian lahir, ditentukan oleh ajaran-ajaran agama dan dilaksanakan dengan cara membersihkan badan dengan air suci. Kedua, pembersihan hati, yang dilakukan melalui pembersihan kotoran dalam jiwa seseorang, menyadari akan dosa-dosanya dan secara ikhlas menyesali dosa-dosa itu (bertaubat). Pembersihan bagian dalam (hati) ini seyogyanya menempuh jalan spiritual dan di bimbing oleh guru spiritual.

Menurut ketentuan dan ajaran agama, orang menjadi tidak suci dan wudlunya batal jika beberapa bagian tubuh seperti tinja, air kencing, muntah, keluar nanah, mengeluarkan darah, sperma dan lain-lain di paksa keluar. Jika hal-hal itu terjadi, maka wajib memperbarui wudlunya. Dalam kasus sperma dan darah haid (menstruasi) maka

Jumat, 27 Januari 2012

BERSERAH DIRI DAN BERTAWAKAL KEPADA ALLAH SWT


Berserah diri kepada Allah merupakan ciri khusus yang dimiliki orang-orang mukmin, yang memiliki keimanan yang mendalam, yang mampu melihat kekuasaan Allah, dan dekat dengan-Nya. Terdapat rahasia penting dan kenikmatan jika kita berserah diri kepada Allah. Berserah diri kepada Allah maknanya adalah menyandarkan dirinya dan takdirnya dengan sungguh-sungguh kepada Allah.

Allah telah menciptakan semua makhluk, binatang, tumbuh-tumbuhan, maupun benda-benda tak bernyawa–masing-masing dengan tujuannya sendiri-sendiri dan takdirnya sendiri-sendiri. Matahari, bulan, lautan, danau, pohon, bunga, seekor semut kecil, sehelai daun yang jatuh, debu yang ada di bangku, batu yang menyebabkan kita tersandung, baju yang kita beli sepuluh tahun yang lalu, buah persik di lemari es, ibu anda, teman kepala sekolah anda, diri anda – pendek kata segala sesuatunya, takdirnya telah ditetapkan oleh Allah jutaan tahun yang lalu.