Giriloyo adalah sebuah
dusun di bawah kaki perbukitan Imogiri. Masyarakat sekitar mengenal
dengan nama Pajimatan, suatu bukit yang terkenal di daerah kawasan selatan
Yogyakarta karena disanalah raja-raja Kerajaan Mataram Islam dimakamkan.
Daerah Giriloyo ini
sebenarnya tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta
(jaraknya hanya sekitar 15 km). Namun karena daerah ini terpencil dan berada di
kaki bukit. Sasana khas pedesaan yang sepi dan sunyi namun penuh dengan
kebersamaan dan kedamaian sangat mewarnai daerah tersebut.
Suasana sepi yang
mewarnai Giriloyo itu pada pertengahan abad ke-18 M sedikit demi sedikit
berubah dengan munculnya kelompok pengajian yang diasuh oleh KH. Romli, seorang
ulama yang menjadi Mursyid Tarekat Syathariyah. Seluruh murid-muridnya diberi
ijazah tarekat tersebut dengan maksud agar mereka memiliki amalan-amalan harian
yang pada akhirnya bisa lebih mendekatkan diri pada Allah SWT.
Keseriusan dan ketekunan
dalam pengelolaan pengajian, membuat KH. Romli seakan melupakan



.jpg)