قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا

Rabu, 19 Desember 2012

Hikmah Zakat, Infak, dan Sedekah

Banyak hikmah yang diperoleh dari zakat, infak dan sedekah. Hikmat zakat diantaranya:
  1. Untuk membersihkan jiwa bagi pelakunya (muzzaki). Karena karakter manusia itu adalah kikir, maka dengan zakat diupayakan sifat tidak terpuji itu akan hilang.
  2. Untuk membersihka harta.

Karena dalam Islam, setiap harta yang diperoleh itu tidak boleh habis dibelanjakan. Allah titipkan sebagian hak orang miskin di dalamnya, seperti yang disampaikan dalam surat At Taubah ayat 103 : "Ambillah zakat dari mereka, guna membersihkan dan mensucikan mereka".
Sedangkan hikmah yang didapatkan di dunia dan akherat kelak, Allah menjanjikan bagi orang yang berzakat bahwa akan dilipatgandakan hartanya dan pahalanya kelak di hari akhir.

Kamis, 13 Desember 2012

PROGRAM TEACHER TRAINING


Program Penataran Guru (Teacher Training Program) adalah salah satu program beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) yang dirancang khusus bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran sesuai dengan bidangnya. Mereka akan diberikan pelatihan dalam cara mengajar, pembuatan rencana belajar-mengajar yang lebih efektif dan menarik minat siswa dan hal-hal lain yang dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan para guru. Program ini adalah program non-gelar dan lamanya adalah 1 tahun 6 bulan (termasuk 6 bulan belajar bahasa Jepang) dari Oktober 2013.


Syarat-syarat :
  1. Lulusan S-1 atau D-4 dan guru yang mengajar secara aktif di SD, SLTP, SLTA (termasuk sekolah swasta dan SMK).
  2. Pelamar telah mengajar lebih dari 5 tahun di lembaga pendidikan formal pada tanggal 1 April 2013. Semua bidang ditawarkan kecuali, PKN, Bahasa Indonesia, bahasa daerah, Bahasa Arab, pendidikan agama, dan perhotelan.
  3. Usia di bawah 35 tahun pada tanggal 1 April 2013.

Rabu, 12 Desember 2012

DO'A RIZKI BERKAH, TERBEBAS HUTANG, & HUSNUL KHATIMAH


Do’a Mohon Rizki Barokah
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ رِزْقًا حَلَالًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَرِزْقًا كَثِيْرًا وَرِزْقًا مُبَارَكًا
Allaahumma innii as aluka rizqan halaalan wa rizqan thayyiban wa rizqan waasi’an katsiiran warizqan mubaarakan

Ya Allah saya mohon padamu rizqi yang halal, baik, luas, banyak serta yang barokah

Do’a Mohon Umur Panjang & Amal Baik
اللَّهُمَّ طَوِّلْ عُمُرَنَا وَأَحْسِنْ عَمَلَنَا وَصَحِّحْ جَسَدَنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ
Alaahumma thawwil ‘umuranaa wa ahsin ‘amalanaa wa shahhih jasadana wa tawaffanaa ma’al abraar

Ya Allah panjangkanlah umur kami, dan bagusakan amal kami, dan sehatkan badan kami, dan wafatkan kami beserta orang-orang yang lurus

Rabu, 05 Desember 2012

UJI PUBLIK KURIKULUM 2013


Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan bagian dari strategi meningkatkan capaian pendidikan. Disamping kurikulum, terdapat sejumlah faktor diantaranya: lama siswa bersekolah; lama siswa tinggal di sekolah; pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi; buku pegangan atau buku babon; dan peranan guru sebagai ujung tombak pelaksana pendidikan.
Orientasi Kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Hal ini sejalan dengan amanat UU No. 20 Tahun 2003 sebagaimana tersurat dalam penjelasan Pasal 35: kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati.

Sabtu, 24 November 2012

KISI-KISI UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2012/2013


Di tengah polemik rencana pelaksanaannya tahun depan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  melalui Badan Standar Nasional Pendidikan  atau BSNP akhirnya merilis kisi-kisi soal Ujian Nasional 2013. Perkiraan soal untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah itu mulai disosialisasikan di laman resmi BSNP sejak hari Selasa (20/11/2012).

Dalam laman tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mencantumkan tiga tautan, yaitu tautan surat keputusan (SK) tentang kisi-kisi soal ujian nasional (UN), tautan berisi kisi-kisi soal UN untuk jenjang sekolah dasar, serta satu tautan berisi kisi-kisi soal UN untuk jenjang sekolah menengah pertama dan atas.

SK menyebutkan bahwa khusus kisi-kisi UN ini digunakan sebagai

Sabtu, 03 November 2012

BERBEKAL UNTUK HIDUP SETELAH MATI


“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Hasyr 18)

Ayat ini mengajak kita untuk senantiasa mengingat dan meneliti kembali bekal yang kita persiapkan untuk kehidupan setelah kematian. Faedah besar akan kita dapatkan jika kita melihat sisi kurang perbekalan yang mesti kita siapkan. Karena ini akan memacu kita untuk menutup kekurangan dan memperbanyak amal ketaatan. Tapi jika kita ujub, merasa telah mencapai derajat tertentu dalam keimanan, merasa telah memiliki bsnyak tabungan kebaikan, maka hal ini akan membuat kita terpedaya.

Tiga Cara Mengusir Ujub
Imam Syafi’i memberikan tips kepada kita supaya tidak lekas berbangga dengan amal yang berhasil kita tunaikan, atau dosa yang mampu kita tinggalkan.

MERUTINKAN KEBAIKAN


Uswah dan Imamul muttaqin, Nabiyullah Muhammad SAW memiliki ciri khas yang luar biasa dalam menjalani aktivitas kebaikan. Amal dan ibadahnya disifati, “kaana diimatan” (amalnya rutin) yakni terus menerus tidak terputus-putus namun masih pada batas pertengahan, jauh dari sifat malas, namun tidak pula kelewat batas. Nabi SAW shalat di waktu malam dan juga tidur, beliau shaum dan juga berbuka, akan tetapi beliau kerjakan secara teratur. Sehingga enak dirasakan jiwa dan terbiasa bagi anggota badannya.  Oleh karena itulah amal beliau SAW disifatkan dengan “kaana diimatan” (amalnya rutin), sedangkan makna “diimah” adalah hujan yang teratur, sedang dan tenang, tidak terlalu lebat, tak ada guruh dan tidak ada pula halilintar. Umumnya, hujan yang tidak teratur, atau dengan volume yang berlebih akan mendatangkan kerusakan, baik badai maupun banjir.
Begitu pula dengan karakter manusia. Semangat yang tidak terkendali, stamina yang tidak di jaga, ritme yang tidak teratur dalam menjalani suatu aktivitas, umumnya berdampak kepada keburukan. Meskipun pada asalnya, perbuatan itu berupa aktivitas yang positif.